Nama : Shabrina zatu azzahra
Nim
: 933417817
Prodi
: Psikologi Islam
Tugas : Filsafat (Dr.Limas Dodi, M.Hum )
Assalamualaikum wr.wb
RESENSI BUKU
Judul buku : Filsafat Epistemologi
Penulis : Dr.Limas Dodi, M.Hum
Berdasarkan dari buku yang berjudul filsafat epistemologi oleh bapak Dr. Limas Dodi, M. Hum saya akan sedikit membahas dan mengulas kembali mengenai materi Epistemologi ini. Yang pertama penjelasan
mengenai pengertian filsafat ilmu, berasal dari kata Arab falsafah, yang
berasal dari bahasa Yunani, philosophia yang berarti philos= cinta, suk dan Sophia=
pengetahuan, hikmah (wisdom).
Jadi philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada
kebenaran. Lewis White Beck, memberi pengertian bahwa filsafat ilmu membahas
dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya
upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
Penjelasan
mengenai epistemologi Bayani, bayani adalah metode pemikiran khas Arab yang didasarkan
atas otoritas tek, secara langsung/tidak langsung. Sumber pengetahuan bayani ada
pada teks (nash) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Epistemologi
burhani, secara sederhana suatu aktivitas berpikir untuk menetapkan kebenaran proposisi
melalui pendekatan deduktif dengan mengaitkan proposisi satu dengan lain yang telah
terbukti kebenarannya secara aksiomatik. Tiga tahapan silogisme:
A.tahapan pengertian, terjadi pengabstraksian
B.tahapan pernyataan, mengekspresikan pengetian
tersebut dalam kalimat yang disebut proposisi
C.tahapan penalaran, dilakukan dengan perangkat
silogisme.
Epistemologi
Burhani, dalam landasan logika Aristoteles, beberapa metode dipakai dalam epistemology
burhani yaitu metode deduksi, induksi.
Epistemologi
irfani, epistemilogi irfani ini adalah menitikberatkan syariati seperti contoh,
menyembelih tidak mengucapkan bismillah.
Rasionalisme, Aliran ini menyatakan bahwa
akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Descartes, adalah seseorang
tokoh/pelopor rasionalisme berusaha menemukan suatu tentang kebenaran yang
tidak dapat diragukan lagi. Ia yakin kebenaran-kebenaran semacam itu ada dan kebenaran
tersebut dikenal dengan cahaya yang terang dari akal Budi sebagai hala-hal yang
tidak dapat diragukan.
Tetapi rasionalisme juga mempunyai kelemabah, seperti mengenai
kriteria untuk mengetahui akan kebenaran dari suatu ide yang menurut seseorang
adalah jelas dan dapat dipercaya tetapi meniru orang lain tidak.
Empirisme, menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui
pengalamannya. John Locke (1632-1704), bapak empiris Britania mengemukakan
teori Tabula rasa (sejenis buku catatan kosong). Maksudnya ialah bahwa manusia
itu pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa
yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan.
Kritisme, aliran ini dimulai di Inggris, kemudian Prancis dan
selanjutnya menyebar keseluruh Eropa, terutama di Jerman. Di Jerman pertentangan
antara rasionalisme dan empirisme terus berlanjut. Kemudian timbul masalah,
siapa sebenarnya dkatakan sumber pengetahuan? Apakah pengetahuan yang benar itu
lewat rasio atau empiris? Kant mencoba menyelesaikan persoalan di atas.
Filsafat yang dikenal dengan Kritisme adalah filsafat yang di
introdusir oleh Imanuel Kant. Filsafat ini melalui pelajarannya dengan
menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Pertentangan
antara rasionalisme dan empirisme di coba untuk diselesaikan oleh Kant dengan
kritisismenya. Adapun ciri-ciri Kritisme diantaranya adalah sebagai berikut
a).
Menganggap bahwa objek pengenalan itu berpusat pada subjek dan bukan pada objek
b). Menegaskan keterbatasan kemampuan rasio
manusia untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu, rasio hanyalah mampu
menjangkau gejalanya atau fenomenanya saja.
• Kelebihan buku :
1. menambah sebuah wawasan mengenai Filsafat
Epistemilogi ini.
2. Melengkapi sebuah tugas atau wawasan kita
mengenai epistemilogi.
3. Mudah di bawa.
4. Mudah di mengerti/ pahami.
• kekurangan buku :
1. Ada beberapa huruf yang kurang lengkap, penjelasan
ada yang kurang lengkap.
Mungkin dari pembahasan di atas tersebut
dari teman teman ada yang bisa di tanyakan atau di tambahkan, jangan lupa komen
ya teman teman.
Kak? Mengapa kritisisme menolak dengan adanya 2 aliran tersebut?
BalasHapusBoleh saya ikut membantu menjawab?
Hapusteori kritisisem ini menyanggah dari kedua teori yaitu rasionalisme dan empirisme,menurutnya bahwa suatu pengalaman yang kita lihat dapat di devinisikan dengan benar,maksudnya kita menggunakan empirisme lalu di rasionalkan. Dan bukan lagi teori rasional dan teori empirisme berdiri sendiri-sendiri.
Alhamdulilah dapat ilmu baru.
BalasHapusSaya dapat mengambil hikmah dari blog yang mas bawakan itu, cukup menarik lah dengan ketiga teori, rasionalisme, empirisme, kritisisme, dan kebetulan saya setuju dengan teori keitisisem bahwa teori ini adalah teori mandiri atau berdiri sendiri,teori kritisisem ini menyanggah dari kedua teori yaitu rasionalisme dan empirisme bahwa suatu pengalaman yang kita lihat dapat di devinisikan.
Maaf typo, seharusnya (mbak) 😊
Hapus